Archive for December 30th, 2011


Hubungan karyawan dan organisasi
Untuk membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan dan karyawan membutuhkan banyak kecerdasan, mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, kecerdasan komunikasi dan kecerdasan tanggung jawab. Pimpinan berfungsi untuk mengkoordinasikan semua kekuatan organisasi untuk mencapai misi, visi, strategi, dan tujuan organisasi; sedangkan karyawan berfungsi membantu tanggung jawab pimpinan dengan sepenuh hati agar visi, misi, strategi, dan tujuan organisasi dapat diwujudkan sesuai rencana dan harapan. Persoalannya, sering sekali pimpinan dan karyawan tidak selalu mampu menyatu dan mencair dalam satu kekuatan yang utuh dan pasti dalam meraih semua impian organisasi.

Dalam pelatihan yang saya berikan, sering sekali muncul pertanyaan dari para peserta tentang cara membangun hubungan yang harmonis dengan bos atau pimpinan. Ada sebuah jarak dalam organisasi untuk menyatukan energi karyawan dan energi pimpinan dalam sebuah kecerdasan yang membangun. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Dalam analisa yang saya lakukan, pimpinan dan karyawan terlalu kaku dengan struktur organisasi. Struktur organisasi berkepentingan untuk membangun internal kontrol yang kuat, tapi hal ini akan menciptakan jarak sesuai jabatan dan tanggung jawab. Struktur organisasi adalah penjabaran tentang tanggung jawab masing-masing pihak di dalam organisasi. Oleh karena itu, struktur organisasi haruslah dijalankan dalam sebuah budaya organisasi dengan nilai-nilai dan perilaku yang mampu menciptakan hubungan yang harmonis diantara semua pihak tanpa terhalang oleh ego jabatan dan kekuasaan.

Pimpinan harus memiliki mind set dan perilaku untuk membantu karyawan mencapai kinerja dan prestasi maksimal dengan cara-cara persuasif. Pimpinan hanya boleh menggunakan kekuasaannya dalam hal membuat keputusan dan mengarahkan karyawan ke visi, misi, dan tujuan organisasi. Tapi dalam hubungan kerja sehari-hari, pimpinan haruslah berperan sebagai orang tua yang membimbing setiap karyawan melalui sikap baik dan kasih sayang. Demikian juga dengan karyawan, para karyawan harus secara ikhlas dan cerdas mengarahkan seluruh energi, potensi, dan kekuatan dirinya untuk membantu kesuksesan tanggung jawab pimpinan. Hubungan yang tulus, ikhlas, dan mensyukuri haruslah menjadi modal yang kuat dalam menyatukan semua perbedaan di dalam organisasi.

Kepemimpinan yang berkualitas akan muncul di saat pimpinan fokus untuk pertumbuhan potensi karyawan dan organisasi. Tidak seorang karyawan pun yang ingin menjadi persis untuk selamanya. Setiap karyawan pasti mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam karir kerja dan kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, pimpinan wajib berjuang untuk menciptakan budaya yang memungkinkan orang untuk tumbuh dan berkembang. Untuk dapat tumbuh dan berkembang, maka setiap karyawan wajib berkontribusi dengan maksimal buat pimpinan dan organisasi. Setiap orang di dalam organisasi, baik itu pimpinan maupun karyawan wajib berbagi visi yang menunjukkan bahwa semua orang terlibat dalam suatu tujuan yang lebih besar buat kejayaan organisasi.

soal Hubungan karyawan dan organisasi

1. Hubungan industrial memusatkan pada?
Pola perilaku organisasi dan interaksi pekerja dengan usaha

2. Hal-hal apa sajakah yang terkait dalam hubungan industrial?
a. Pekerja dan serikat pekerja
b. Pengusaha dan asosiasi pengusaha
c. Peraturan hukum dan perundang-undangan
d. Peran-peran tertentu yang berupaya menjembatani
e. interaksi antara pekerja dan pengusaha
f. Aspek-aspek politik, sosial, ekonomi dan kultural yang
g. mempengaruhi HI
h. Fenomena konflik industrial

3. Sebutkan 3 pendekatan dalam hubungan industral? Jelaskan!
a. Pendekatan unitaris (unitary approach)
Adalah Strategi manajerial ditujukan untuk membangun komitmen yang tinggi, memperbaiki kualitas komunikasi dan menciptakan gaya kepemimpinan yang demokratis dan partisipatif
b. Pendekatan pluralis (pluralist approach)
Adalah suatu penekatan yang memandang bahwa konflik sifatnya inherent pada interaksi pekerja-pengusaha, namun dapat dikelola sehingga tidak mengganggu organisasi dan umumnya disebabkan oleh peraturan atau ketentuan
c. Pendekatan radikal (radical approach)
Adalah Adalah suatu pendekatan yang memandang bahwa hubungan industrial sebagai konflik struktural yang sifatnya abadi antara pekerja dan pengusaha
4. Apa yang dimaksud dengan peraturan perusahaan?
Adalah peraturan yang di buat secara tertulis oleh pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib perusahaan.

5. Sebutkan 4 jenis striktur perundingan dalam hubungan industrial?
a. Perundingan satu serikat pekerja atau satu perusahaan
b. Perundingan multi perusahaan
c. Perundingan yang terkoordinasi
d. Perundingan nasional atau lokal.

6. Sebutkan 5 kunci keberhasilan dalam pengelolaan hubungan karyawan dan organisasi?
a. Adanya organisasi karyawan
b. Keterbukaan manajemen
c. Dukugan karyawan dalam mengelola perusahaan
d. Pengembangan komunikasi
e. Komite pucuk pimpinan
Akan menghasilkan :
f. Hubungan yang harmonis antar karyawan dan organisasi

7. Bagaimanakah bunyi hukum ketenagakerjaan?
Hukum ketenagakerjaan berbunyi “ bahwa terdapat sejumlah sumber kewajiban legal yang saling berinteraksi untuk membentuk hukum ketenagakerjaan , yang antara lain dapat berupa Kontrak, Status Penghargaan, Peraturan”

8. Sebutkan isi dari faktor eksternal yang mempengaruhi terbentuknya organisasi karyawan?
a. Adanya perubahan dalam hukum ketenagakerjaan
b. Adanya peningkatan dalam aktivitas pembentukan organisasi karyawan dilingkungan industri sekitar.

9. Sebutkan isi dari faktor internal yang mempengaruhi terbentuknya organisasi karyawan?
a. Organisasi gagal untuk menyelesaikan aspirasi atau keluhan karyawan
b. Tingkat absen dan turn over sangat tinggi, melebihi perusahaan sejenis
c. Adanya ketidakpuasan kerja
d. Gaji dan tunjangan lebih rendah dari rata-rata industri dan perusahaan sejenis yang berskala sama
e. Prosedur penyelesaian keluhan dianggap tidak berguna bagi karyawan

10. Sebutkan 3 tipe organisasi dan pekerja didalam suatu perusahaan?
a. Craft unions
b. Industrial unions
c. Professional associations