Etika, Hukum dan Perlakuan yang Adil dalam Manajemen SDM
- Pengertian Etika
Etika adalah prinsip-prinsip melaksanakan pengaturan terhadap individu atausuatu kelompok; khususnya standar-standar yang anda gunakan untuk memutuskan bagaiman cara anda meleksanakan sesuatu.
Keputusan yang berkaitan dengan etika selalu memiliki dua karakteristik. Pertama, keputusan-keputusan tersebut selalu melibatkan penilaian normatif. Penilaian normative mengimplikasikan bahwa sesuatu itu baik atau buruk, benar atau salah, lebih baik atau lebih buruk. Keputusan etika selalu melibatkan moralitas, standar-standar perilaku mana yang diterima oleh masyarakat. Standar-standar moral berbeda dengan standar lain dalam beberapa hal. Mereka berkaitan dengan perilaku yang memiliki konsekuensi serius terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti pembunuhan, penipuan, dan pencemaran nama baik. Mereka tidak dapat dibangun dan diubah oleh keputusan badan kewenangan tertentu seperti legisltif dan mereka harus lebih penting daripada keinginan pribadi. Banyak orang percaya bahwa penilaian moral tidak pernah situsional. Penilaian moral cenderung memicu emosi.
- Etika dan Hukum
Hukum bukanlah hal terbaik dalam hal etika, karena sesuatu bisa saja sah tapi tidak benar, dan sesuatubisa saja benar tapi tidak sah. Anda dapat membuat keputusan yang melibatkan etika berdasarkan apa yang sah. Etika adalah membuat keputusan yang merupakan representatif dari apa yang kita dukung, tidak hanya menurut hukum kadang kala perilaku tidak sah dan etis.
- Etika, Hukum, dan Perlakuan yang Adil
Keadilan adalah bagian yang terintegrasi dari apa yang dipikirkan orang sebagaihukum. Para ahli umumnya mendefinisikan hukum organisasional dalam tiga komponen :
- Hukum distributif mengacu pada keadilan dan dari hasil suatu keputusan.
- Hukum procedural mengacu pada keadilan suatu proses yang digunakan oleh perusahaan untuk mengalokasikan kenaikan tunjangan
- Hukum Interaksional atau Interpersonal mengacu pada perilaku saat manajer melakukan hubungan antarpersonal mereka mereka dengan para karyawan, dan khususnya pada tingkatan mana mereka memperlakukan karyawan dengan rasa hormat sebagai lawan dari tindak kekerasan dan ketidakhormatan
Ø Disiplin Dan Privasi Karyawan
· Tujuan disiplin adalah untuk mendorong karyawan berperilaku hati-hati dalam pekerjaan.
· Proses yang adil dan disiplin didasarkan pada tiga pilar yaitu:
1. Peraturan dan perundang-undangan yang jelas
2. Sistem denda yang progresif
3. Proses yang serius.
· Proses permohonan pendisiplinan formal
o Program multitahap perlakuan adil yang dijamin dalam FedEx:
1. Review manajemen
2. Petugas keluhan
3. Review persetujuan eksekutif
· Disiplin tanpa hukuman
o Dua kelemahan disiplin tradisional adalah:
1. Tidak ada satu orangpun yang suka dihukum
2. Memaksakan peraturan pada karyawan dapat menimbulkan tuntutan jangka pendek, tapi tidak akan berjalan dengan baik jika anda tidak menyosialisasikan pentingnya peraturan ini.
o Cara penerapan menerima aturan dan mengurangi sifat hukuman dari disiplin karyawan:
1. Mengeluarkan ingatan dengan kata-kata
2. Bila pelanggaran meningkat dalam enam minggu, keluarkan peringatan tertulis yang formal
3. Berikan cuti, satu hari untuk membuat keputusan yang di bayar
4. Jika tidak terjadi lagi pelanggaran dalam setahun kedepan,cuti satu hari yang dibayar tersebut dihapus dari file pribadinya.
· Privasi karyawan
o Empat jenis pelanggaran privasi karyawan yang utama yang disetujui oleh pengadilan adalah:
1. Pelanggaran terhadap area pribadi
2. Publikasi masalah pribadi
3. Membuka catatan kesehatan
4. Pemanfaatan nama karyawan untuk tujuan komersial
Menjelaskan Paling Tidak Empat Cara Spesifik Manajeman SDM Dapat Mempengaruhi Perilaku Etis Saat Bekerja.
Meningkatnya kesadaran karyawan terhadap hukum adalah satu alasan. Para manajer ingin memastikan prosedur pendisplinan dan hukuman akan menjadikan mereka dapat membela diri terhadap observasi dari para arbitrator dan pengadilan dan mereka tidak akan dapat membela diri jika prosedurnya tidak adil. Persepsi mengenai keadilan berhubungan dengan komitmen karyawan; untuk menungkatkan kualitas kepuasaan terhadap organisasi, pekerjaan, dan dengan para pemimpin dan untuk perilaku keanggotaan organisasi. Para pelamar yang pecaya mereka diperlakukan secara tidak adil akan lebih menunjukan ketidaksutujuan terhadap hasil dan orang mengamsumsikan, untuk mengajukan tuntutan. Para pelamar melihat prosedur seleksi perusahaan sebagai proses yang adil tidak hanya akan bereaksi lebuh bauk terhadap prosedur tersebut, tapi melihat perusahaan dan pekerja tersebut sebagai sesuatu yang lebih menarik.
Aktivitas Etis SDM.
Ø Penyusunan Staf dan Seleksi.
Manajer dapat melakukan beberapa hal untuk memastikan bahwa orang lain juga menilai metode penilaian perusahaan sebagai sesuatu yang adil. Sebagai contoh, karyawan akan cenderung melihat prosedur resmi (seperti wawancara seleksi) adalah adil jika mencakup kriteria yang berkaitan dengan pekerjaan, memberikan kesempatan untuk menunjukan kompetensi, memberikan cara untuk memperbaiki kesalahan, dan digunakan untuk secara konsisten pada semua pelamar (atau karyawan). Perlakuan antarpersonel dari seorang harus menggambarkan hal-hal seperti pertanyaan-pertanyaan yang sesuai, kesopanan dan respek dari orang yang melakukan penilaian dan adanya kesempatan komunikasi dua arah.
Ø Pelatihan.
Pelatihan etika umumnya berperan penting dalam membantu perusahaan untuk mengembangkan bidaya etika dan keadilan. Pelatihan seperti ini biasanya termasuk menunujukan pada karyawan bagaimana mengenali diliema etika, bagaimana menggunakan kerangka etika (seperti aturan pelaksanaan) untuk menyelesaikan permasalahan, bagaiman menggunakan fungsi-fungsi SDM (separti praktik-paraktik wawancara pendisplinan) secara etis. Disamping itu pelatihan juga harus menekankan pada dukungan moral dari pilihan etika dan komitmen yang mendalam dari integritas dan etika.
Ø Penilaian Kinerja.
Proses penilaian kinerja perusahaan memberikan kesempatan lain untuk menekankan komitmennya terhadap etika dan keadilan. Pertama, penilain menjelaskan bahwa perushaan tidak hanya mengklaim bahwa mereka percaya dan melakukan standar etika yang tinggi, tapi juga benar-benar mengukur (dan kemudian menghargai) para karyawan yang mengikuti standar tersebut.
Kedua, bagimana para penyelia melakukan penilaian adlah hal yang penting. Studi mengonfirmasi bahwa, praktiknya, sebagai manajer mengabaikan akurasi dan kejujuran dari nilai penilain kinerja dan lebih menggunakannya untuk tujuan politik.
Ø Sistem Penghargaan dan Pendisplinan
Untuk mencapai perilaku sebagai fungsi dari konsekuensinya adlah tanggung jawab perusahaan dan SDM untuk memastikan bahwa perusahaan menghargai perilaku yang etis dan menghukum perilaku yang tidak etis. Faktanya, penilitian memberikan sarn bahwa karyawan mengharapkan organisasi untuk mendistribusukan hukuman terhadap pelanggaran terhadap pelanggaran etika.
Ø Agresi dan Pelanggaran di Tempat Kerja.
Karyawan yang memandang diri mereka sebagi dibayar dibawah standar dapat melakukan tindakan negatif yang bervariasi mulai dari pencurian sampai pengrusakan terhadap barang-barang milik perusahaan. Banyak tindakan SDM, termasuk perumahan karyawan, mengabaikan promosinya, pemberhentian dan disiplin dapat menimbulkan persepsi mengenai perlakuan tidak adil.
Ø Aktivitas Etika SDM Lainnya.
Komite etika perusahaan akan sering melibatkan para professional. Komite ini memastikan bahwa para pemimpin senior perusahaan terlibat dalam diskusi tentang masalh-masalah etika.
Ø Membangun Komunikasi Dua Arah.
Kesempatan kumunikasi dua arah memainkan peran penting dalam pemahaman tentang bagiman kita diperlakukan dengan adil. Satu studi menyimpulkan bahwa ada tiga tindakan yang berkontribusi untuk peduli pada keadilan dalam kerangka bisnis:
1. Keterikatan. Melibatkan individu dalam keputusan-keputusan yang berpengaruh pada mereka dengan menayakan masukan dari mereka dan memungkinkan mereka untuk menolak ide dan asumsi orang lain.
2. Penjelasan. Memastikan bahwa setiap orang terlibat dan terkena dampaknya paham keputusan akhir dibuat dan pemikiran yang mengarisbahawi keputusan tersebut;d a n
3. Kejelasan harapan. Memastikan semua orang tahu sebelumnya dengan standar apa mereka akn nilai dan denda bagi kegagalan.
Menerapkan Praktik-Praktik Pendisplinan Yang Adil.

Comments